Sebelum Take Over KPR BTN, Pertimbangkan Hal Berikut Ini!

Sebelum Take Over KPR BTN, Pertimbangkan Hal Berikut Ini

Anda mulai merasa kecewa dengan bank penyedia program KPR yang Anda pilih karena satu dan banyak hal terutama berkaitan dengan bad service atau cicilan KPR yang semakin melambung. Kenapa Anda tidak mencoba take over KPR BTN saja? Mengapa? Karena bank yang dijuluki spesialis KPR ini sedang berupaya untuk memberikan kredit murah bagi masyarakat yang mana salah satunya adalah dengan cara memotong suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mereka sediakan, yakni sebesar 50 basis poin atau sekitar 0.5%.

Pindah KPR atau yang lebih dikenal dengan take over KPR bisa jadi alternatif bagi para nasabah yang kebetulan bermasalah atau tidak puas dengan layanan KPR bank sebelumnya. Ini merupakan tantangan bagi para bank penyedia KPR untuk berupaya meningkatkan pelayanan dan mencoba memikat nasabah bank kompetitornya untuk take over KPR. Pindah atau take over KPR juga bisa jadi salah satu cara untuk memprotes atau menunjukkan komplain kepada pihak bank penyalur KPR sebelumnya. Namun sebelum Anda melakukan take over KPR, ada baiknya Anda mengetahui.

Beberapa hal yang terkait dengan take over KPR tersebut:

  • Pindah KPR = mengikuti proses dari awal kembali.

Saat Anda memutuskan take over KPR dari satu bank ke bank lainnya, Anda juga biasanya akan diminta untuk melengkapi semua persyaratan seperti saat pertama kali Anda mengajukan KPR ke bank penyalur KPR sebelumnya. Anda harus mengisi form aplikasi serta melengkapi semua dokumen persyaratan lain yang wajib dilampirkan. Biaya yang harus Anda bayar kurang lebih juga sama seperti saat Anda mengambil KPR untuk yang pertama kalinya.

Sama halnya jika Anda ingin take over KPR BTN, Anda juga akan dikenakan biaya administrasi perpindahan KPR dan sebagainya. Pastikan Anda telah mengetahui semua rincian biaya yang diperlukan dan disarankan untuk meminta dispensasi dari pihak bank BTN. Lakukan negosiasi dengan pihak bank BTN tujuannya tentu saja agar Anda tidak merugi melakukan take over KPR ke bank BTN dari bank Anda sebelumnya. Selain itu perlu diingat juga bahwa pihak bank pertama juga akan menerapkan pinalti atau semacam denda bagi Anda yang ingin take over KPR.

Artikel Terkait: Supaya Angsuran Pinjaman Bank Tetap Lancar, Lakukan Cara-cara Ini!

  • Harus ada alasan yang dapat dibenarkan.

Selain harus memenuhi kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan, Anda juga harus memberikan alasan yang terbaik mengapa Anda memutuskan untuk melakukan take over KPR. Jangan hanya karena alasan pelayanan yang mengecewakan atau karena suku bunga yang sudah terlampau tinggi, sebab kedua alasan tersebut justru memperbesar kemungkinan permohonan pengajuan take over KPR Anda ditolak oleh pihak bank.

Baca Juga: Butuh Dana Cepat Tanpa Jaminan? Coba Datang ke Tempat 4 Ini!

  • Pastikan pihak bank lama telah menerbitkan semua dokumen.

Anda juga harus mampu meyakinkan pihak bank penyalur KPR yang lama untuk menerbitkan semua berkas yang Anda butuhkan selama pengurusan take over KPR, misalkan surat roya atau Surat Pelepasan Hak dan Tanggung Jawab atas aset yang dimiliki dari pihak bank lama. Anda juga harus melampirkan dokumen lainnya seperti fotokopi sertifikat bangunan dan lain-lain.

  • Memilih bank pengalih KPR yang terbaik.

Sebelum Anda memutuskan untuk take over KPR, Anda harus mencari sebanyak-banyaknya informasi mengenai pihak bank yang baik sebagai tujuan peralihan KPR, salah satunya adalah Bank BTN. Sebab saat ini suku bunga KPR BTN turun menjadi 9.5% per Oktober 2016 lalu. Sehingga sekarang adalah saat yang tepat untuk segera take over KPR BTN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *