Salat Tarawih dan 3 Keutamaannya Mari Kita Simak

Salat Tarawih dan 3 Keutamaannya Mari Kita Simak

 

Memasuki bulan puasa atau bulan Ramadan, ada beberapa ibadah yang hanya ada di bulan ramadhan dan tidak ada di bulan yang lainnya, dan salah satunya adalah salat tarawih. Disebut juga sebagai shalat tarawih atau tarawih ini adalah salat sunnah yang dilakukan khusus yaitu di bulan Ramadan. Dalam bahasa Arab sendiri, Tarawih memiliki arti waktu sesaat untuk istirahat. Shalat ini dilaksanakan setelah shalat isya dan dilakukan secara berjama’ah atau bisa dilaksanakan sendiri.

Shalat Terawih ini pada masa Nabi Muhammad SAW dilakukan 3 atau 4 kali saja tanpa keterangan jumlah rakaatnya. Kemudian, pelaksanaan shalat ini diberhentikan karena ada kekhawatiran mengenai shalat ini termasuk shalat yang wajib. Akan tetapi pada masa zaman Khalifah Umar, shalat Terawih ini dilaksanakan kembali dengan jumlah 20 rakaat dan kemudian dilanjutkan dengan 3 rakaat witir sebagai penutup.

Setelah masa zaman Khalifah Umar tersebut, shalat sunnah tersebut kemudian dilaksanakan tiap malam saat bulan Ramadan dengan jumlah 20 rakaat. Akan tetapi ada 4 mazhab yang berbeda dan ditambah dengan pelaksanaan shalat ini oleh Umar bin Abdul Aziz dan Ibnu Taimiyah, yaitu:

  • Mazhab Al-Hanafiyah dengan 8 rakaat.
  • Al-Malikiyah yang sebagian ada yang 8 rakaat dan ada yang 20 rakaat.
  • Asy-Syafi’yah dengan 20 rakaat.

Baca: Euphoria Malam Tahun Baru 2017 di Berbagai Negara

  • Al-Hanabilah dengan 8 rakaat namun ada yang 20 rakaat.
  • Umar bin Abdul Aziz selaku Khalifah Bani Umayyah, Damaskus menjalankan dengan 36 rakaat.
  • Ibnu Taimiyah menjalankan Tarawih dengan 40 rakaat.

Namun, salat Tarawih yang banyak dilaksanakan saat ini adalah shalat dengan 8 rakaat. Orang di akhir zaman seperti Ash-Shan’ani, Al-Albani, Al-Mubarakfury adalah yang pertama kali menetapkan shalat sunnah tersebut hanya 8 rakaat. Menurut Ash-Shan’ani yang merupakan penulis dari Subulus-salam tidak sampai mengemukakan jika shalat sunnah di bulan Ramadan ini hanya 8 rakaat sedangkan Al-Mubarakfury mengunggulkan jika shalat ini memiliki 8 rakaat tanpa menyalahkan pendapat mengenai shalat Tarawih 20 raka’at.

Shalat Tarawih yang saat ini umumnya dilaksanakan dengan praktik salam setiap 2 rakaat atau salam setiap 4 raka’at ini memiliki keutamaan. Pertama adalah dapat membantu untuk ampunan dosa yang telah lampau. Menurut Hadist HR. Bukhari no. 37 dan Muslim 759 mengemukakan jika shalat tarawih ini bisa membantu untuk menggugurkan dosa dengan syarat. Syarat karena iman tersebut yaitu membenarkan pahala yang telah dijanjikan oleh Allah dan untuk mencari pahala dari Allah dan bukan karena riya’ ataupun alasan yang lainnya. Pengampunan yang dimaksud tersebut mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan pada hadits yang ditegaskan oleh Ibnul Mundzir namun berdasarkan pada An Nawai, pengampunan dosa tersebut khusus untuk dosa kecil.

2 keutamaan lainnya yang diperoleh dari melaksanakan salat tarawih yaitu:

  • Jika shalat tarawih bersama dengan iman sama seperti Anda menjalankan shalat semalam penuh. Sehingga, dianjurkan bagi kaum muslimin yang hendak mengerjakan shalat sunnah tersebut sebaiknya melaksanakan secara berjamaah dan mengikuti imam hingga shalat tersebut selesai.
  • Shalat tarawih merupakan seutama-utamanya shalat. Menurut pada ulama Habilah atau madzhab Hambali mengemukakan jika seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dilaksanakan dengan cara berjama’ah. Shalat tersebut hampir sama dengan shalat fardhu. Shalat yang lebih utama lagi yaitu shalat rawatib atau yang mengiringi shalat fardhu baik sebelum atau sesudah dan shalat yang paling ditekankan untuk dilaksanakan secara berjama’ah adalah jenis shalat gerhana (kusuf) lalu shalat Tarawih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *