Cara dan Syarat Membuat Kartu Keluarga

syarat membuat kk baru

Kartu keluarga (KK) adalah kartu identitas bagi sebuah keluarga yang memuat berbagai data penting, seperti nama, susunan anggota keluarga, hubungan, pekerjaan setiap anggota keluarga, dan berbagai informasi penting lainnya. KK merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama bagi pasangan yang baru saja menikah dan membentuk keluarga baru. Dalam kondisi seperti ini, baiknya segera mengurus kartu keluarga, agar berbagai urusan administrasi keluarga baru menjadi lebih mudah dan cepat prosesnya.
Membuat kartu keluarga yang baru, membutuhkan waktu sedikit lama. Sebab ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk mengurus hal tersebut. Tahapannya dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di daerah setempat. Pada dasarnya, kartu keluarga diganti setiap kali ada perubahan di dalam susunan anggota keluarga, baik anggota keluarga berkurang maupun bertambah. Setiap perubahan susunan anggota keluarga wajib dilaporkan ke kantor kelurahan paling lambat 14 hari setelah adanya perubahan tersebut
Cara dan Syarat Mengurus Kartu Keluarga
Bagi Pasangan Baru
Pembuatan kartu keluarga bisa dilakukan segera setelah pernikahan selesai dilaksanakan.
Berikut ini proses yang harus dijalankan dalam pengurusan kartu keluarga.
a. Meminta surat pengantar pembuatan kartu keluarga baru dari Ketua RT setempat.
b. Membawa surat pengantar tersebut ke Ketua RW dan meminta stempel RW.
c. Membawa surat pengantar tersebut beserta dengan persyaratan lainnya ke kantor kelurahan dan mengisi formulir permohonan kartu keluarga baru di sana.
Dan persyaratan yang dibutuhkan dan harus dipersiapkan adalah:
a. Surat pengantar dari RT yang telah distempel di RW.
b. Fotokopi buku nikah/akta perkawinan.
c. Surat keterangan pindah (bagi anggota keluarga pendatang).
Jika Terjadi Penambahan Anggota Keluarga (Kelahiran)
Persyaratannya yang dibutuhkan dan harus dipersiapkan adalah:
a. Surat pengantar dari RT/RW.
b. Kartu kaluarga yang lama.
c. Surat keterangan kelahiran putra/putri Anda, yang baru lahir.
Jika Ada Anggota Keluarga Menumpang
Persyaratannya yang dibutuhkan dan harus dipersiapkan adalah:
a. Surat pengantar dari RT/RW.
b. Kartu keluarga yang lama.
c. Surat keterangan pindah datang.
d. Surat keterangan datang dari luar negeri (bagi WNI yang datang dari luar negeri).
e. Paspor, izin tinggal tetap, dan surat keterangan catatan kepolisian/surat tanda lapor diri (bagi WNA).
Jika Ada Pengurangan Anggota Keluarga
Persyaratannya yang dibutuhkan dan harus dipersiapkan adalah:
a. Surat pengantar dari RT/RW.
b. Kartu keluarga yang lama.
c. Surat Keterangan Kematian (bagi yang meninggal dunia).
d. Surat Keterangan Pindah (bagi yang pindah)
Jika Rusak atau Hilang
Persyaratannya yang dibutuhkan dan harus dipersiapkan adalah:
a. Surat pengantar dari RT/RW.
b. Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian.
c. Kartu Keluarga yang rusak (kasus KK yang rusak).
d. Fotokopi dokumen kependudukan dari salah satu anggota keluarga.
e. Dokumen keimigrasian bagi orang asing.
Proses pengisian formulir permohonan pembuatan kartu keluarga yang baru dilakukan di kantor kelurahan setempat dengan membawa semua persyaratan yang dibutuhkan. Selanjutnya, bawa formulir tersebut ke kantor kecamatan dan mengajukan proses penerbitan kartu keluarga yang baru di sana. Merujuk pada UU No. 24 Tahun 2013 Pasal 79A, pengurusan dan penerbitan dokumen pendudukan semisal kartu keluarga tidak dipungut biaya/gratis.
Kartu keluarga menjadi salah satu dokumen yang sangat penting, terutama dalam pengurusan berbagai urusan administrasi kependudukan. Jangan menunda-nunda untuk mengurusnya segera, baik membuat baru maupun melakukan perubahan di dalamnya. Usahakan syarat yang ditentukan sudah lengkap, agar proses pengurusan Kartu Keluarga bisa berjalan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *